Selasa, 30 Januari 2018

Mengenal Malaikat – Malaikat Allah

Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Qs.Al Fathiir (35):1)

Beriman kepada Malaikat-Malaikat Allah termasuk Rukun Iman ke-2
Mengenal Malaikat – Malaikat Allah
Beriman kepada Malaikat-Malaikat Allah termasuk Rukun Iman ke-2. Malaikat adalah Mahluk yang Allah Ciptakan dari Nur (Cahaya) memiliki kecepatan sangat, keilmuan yang tinggi, cerdas,dan, kemampuan yang handal sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing. Sebagaimana halnya dengan mahluk ciptaan Allah lainnya, Malaikat adalah mahluk setia. Jika perumpamaan Robot yang manusia buat untuk menyapu rumah misalnya maka robot itu apapun yang terjadi yang ada diprogramnya hanya “membersihkan rumah titik!!” tiada rasa, tiada dinamika. Malaikat tidaklah sama dengan robot mereka sangat dinamis, responsive, proporsional sama halnya dengan manusia, hanya yang membedakan dengan manusia Malaikat tidak diberi Nafsu, Malaikat mengenal pembangkangan kepada Allah, akan tetapi mereka tidak akan pernah melakukan, tidak mungkin bagi mereka, dan tiada keinginan. Adapun jenis kelamin Malaikat jika sekiranya Allah mengutus seorang Rasul dikalangan manusia dari jenis Malaikat tentulah Allah akan menjadikan dia seorang laki-laki (sumber : Qs.6:9). 

Allah sangat murka dengan persangkaan orang-orang musyrikin yang mengatakan Malaikat yang merupakan hamba-hamba Allah itu sebagai orang perempuan, atau mengatakan bahwa Malaikat-malaikat itu adalah anak-anak perempuan Allah. Allah tidak main-main dengan ungkapan demikian, Allah akan mencatat semua perkataan itu dan akan meminta pertanggung jawaban di Akhirat kelak (Sumber : Qs.43:19) 

Berikut adalah nama-nama Malaikat yang rangkum berdasarkan Al Quran dan keterangan Hadits, yang akan bermanfaat bagi kita untuk menambah pengetahuan dan keimanan.

Malaikat Jibril :

Malaikat Jibril atau Ruhul Quddus dikenal sebagai malaikat yang menyampaikan wahyu dari Allah kepada para Rasul. Malaikat Jibril Memiliki kecerdasan yang tinggi, sangat kuat dan cepat, memiliki kedudukan yang tinggi di Kerajaan Allah (Arsy), Sangat di taati lagi dipercaya di sana. Pada Malam Lailatul Qodr Malaikat Jibril turun bersama para malaikat Mudabbir untuk mengatur urusan dunia. Malaikat Jibril dalam menjalankan tugasnya sering menjelma menjadi bentuk manusia, bahkan dua (2) kali Malaikat Jibril bertemu dengan Rasulullah dalam bentuk asli nya.
Sumber QS: |16:102|14:50|53:6|53:5|81:20-21|97:4|19:17|53:13|

Malaikat Mikail :

Mikail adalah malaikat yang mengatur air, menurunkan hujan/petir, membagikan rezeki pada manusia, tumbuh-tumbuhan juga hewan-hewan dan lain-lain di muka bumi ini. Dikatakan setiap satu makhluk yang memerlukan rezeki untuk hidup di dunia ini akan diselia rezekinya oleh satu malaikat Karubiyyuun.

Malaikat Mikail adalah salah satu di antara Pembesar Malaikat yang empat. Ia dicipta oleh Allah selepas malaikat Israfil dengan selisih kira-kira lima ratus tahun.jumlah keseluruhan malaikat yg wajib dipercayai oleh orang islam itu ada sepuluh berserta tugas nya

Dalam Islam Mikhael dikenal sebagai malaikat Mikail, satu dari malaikat utama Allah setelah Jibril. Menurut salah satu sumber, dalam tradisi Islam Mikail dikatakan memakai jubah berwarna hijau jamrud, memenuhi bentangan langit. Tiap helai rambutnya berisi ribuan wajah yang mengagungkan nama Allah. Menurut sumber lain dikatakan sejak neraka diciptakan Allah, Mikail tidak pernah lagi bisa tertawa.

Wujud Mikail

Dari kepala malaikat Mikail hingga kedua telapak kakinya berbulu Za'faron. Jika seluruh air di lautan dan sungai di muka bumi ini disiramkan di atas kepalanya, nescaya tidak setitikpun akan jatuh melimpah. Di atas setiap bulu-bulunya, terdapat sebanyak satu juta muka.

Setiap muka malaikat Mikail ini pula mempunyai satu juta mulut dan setiap mulut mempunyai satu juta lidah manakala setiap lidah-lidahnya boleh berbicara satu juta bahasa atau lisan. Setiap satu juta lisan tersebut adalah membaca istighfar pada Allah bagi orang-orang mukmin yang berdosa.

Setiap satu juta muka atau wajahnya mempunyai satu juta mata. Tiap-tiap matanya sentiasa menangis kerana memohon rahmat bagi orang-orang mukmin yang berdosa. Tiap-tiap matanya yang menangis itu mengeluarkan tujuh ribu titisan air mata dan setiap titisan air mata itu Allah ciptakan satu malaikat Karubiyyuun yang serupa dengan kejadian malaikat Mikail Setiap malaikat-malaikat ini ditugaskan untuk bertasbih pada Allah sehingga hari kiamat.

Imam Ahmad dengan sanadnya, dari Anas bin Malik, ketika Rasulullah Mikraj ke langit baginda ada bertanya pada malaikat Jibril: "Mengapa aku tidak pernah melihat malaikat Mikail tertawa?" Malaikat Jibril menjawab: "Malaikat Mikail tidak pernah tertawa semenjak neraka diciptakan"
Wallahu’alam bissawaab
Sumber | https://id.wikipedia.org/wiki/Mikhael|

Malaikat Rakiib dan Atiid :

Malaikat Rakiib dan Atiid adalah 2 orang Malaikat yang mencatat segala amal perbuatan baik dan buruk manusia, yang satu duduk di sebelah kanan dan yang lain di sebelah kiri, tiada satupun ucapan manusia yang tidak diawasi. Dan bagi setiap manusia ada “Malaikat Haafizd” yang menjaga dimuka dan dibelakangnya secara bergiliran, mereka hanya menjaga atas perintah Allah.
Sumber QS: |50:18|50:17|13:11|

Malaikat Ijrail :

Malaikat Ijrail atau Malakulmaut adalah Malaikat yang diserahi tugas mencabut nyawa mahluk, untuk dikembalikan kepada Rabb nya. Dalam Alqur’an (lihat sumber dibawah) ada disebut ketika Allah bersumpah atas nama Malaikat pencabut nyawa dengan keras (Malaikat An Naziaat) dan Malaikat yang mencabut nyawa dengan lemah lembut (Malaikat An Nashithat). Dalam keterangan Tafsir Ibnu Katsir mengenai personal “An Naziiat dan An Nashithat” Para Sahabat R.A berpendapat 

”Ibnu Mas `ud, Ibnu Abbas, Masruq, Said bin Jubair, Abu Salih, Abu Ad-Dhuha dan As-Suddi semua berkata, (Dengan orang-orang yang menarik, tenggelam.) "Ini adalah malaikat yang menghapus jiwa dari Bani Adam. '' 

Dari Keterangan para Sahabat RA. Jika Personal - personal ini dimaksud adalah Malaikat maka hal ini melengkapi data tentang Malaikat yang memiliki tugas Mencabut nyawa.Ini mungkin hanya satu analisa tentang itu : boleh Jadi nama “Ijrail” adalah nama “Kesatuan Malaikat Pencabut nyawa” yang didalamnya terdiri dari 2 group Malaikat : 

1. Malaikat An Naziaat : Malaikat pencabut nyawa dengan keras
2. Malaikat An Nashithat : Malaikat yang mencabut nyawa dengan lemah lembut

Adapun kepada orang-orang kafir Malaikat mencabut nyawa mereka sambil memukul muka dan belakang, seraya membentak “Rasakan oleh mu siksa yang membakar” tentu kita akan merasa ngeri. 
Wallahu’alam bissawaab
Sumber QS: |32:11|79:1-2|8:50|Tafsir Ibnu katsir 79:1-2|

Malaikat Munkar dan Nakir :

Malaikat Munkar dan Nakir adalah 2 orang malaikat yang bertanya kepada seorang hamba dalam kuburnya (Alam Barzakh). Seorang mayit akan didatangi kedua Malaikat tsb setelah 70 langkah orang terakhir meninggalkan kuburnya. Ada 3 hal yang ditanyakan oleh kedua Malaikat tersebut kepada seorang hamba yakni : “Siapa Tuhan mu?”, “Siapa Nabi mu?”, dan “Apa Kitab mu?” tiga pertanyaan yang mudah dijawab oleh hamba yang shalih yakni : “Allah”,”Muhammad”, dan “Al Quran” namun kepada orang yang berdosa kedua Malaikat itu datang dengan rupa yang menyeramkan pertanyaan yang mudah bagi orang shalih menjadi sangat sulit dijawab oleh orang yang berdosa, maka setiap kali pertanyaan tidak dapat dijawab, Gada dan Palu besi yang selalu mereka bawa dikedua tangannya dihantamkan kepada hamba yang berdosa hingga hancur luluh. Dalam keterangan hadits akan ciri-ciri kedua malaikat ini adalah : Malaikat ini berwarna hitam kebiru-biruan, kedua matanya seperti periuk tembaga, dalam riwayat lain seperti kilat, jika mereka berbicara suaranya seperti halilintar, dari mulutnya keluar api setiap kali mereka berkata-kata, Dikedua tangan mereka selalu membawa gada atau palu besi yang jika saja dihantamkan ke gunung niscaya lumatlah gunung itu. 

Ada pendapat lain yakni jika pertanyaan yang ditanya kepada orang mukmin yang diberi taufik, maka yang akan datang adalah para malaikat yang bernama “Mubassyar” dan “Basyir”. 
Wallahu’alam bissawaab
Sumber : | Wikipedia | Blogwongjowo |

Malaikat Israfil :

Malaikat Israfil adalah malaikat yang bertugas meniup Sangkakala pada Hari Akhir Alam Semesta Atau Kiamat. Malaikat Israfil Meniup 2 Kali yang pada : 

Tiupan Pertama : Terjadi Kiamat, bumi dan gunung gunung dibenturkan, langit terbelah seluruh alam semesta hancur. Tiupan itu mematikan siapa saja yang ada di bumi dan dilangit kecuali bagi siapa yang Allah kehendaki. Pada Hari itu 8 orang malaikat “Yahmilu Arsy” yang memikul Arsy menjunjung Arsy Allah hingga diatas kepala mereka.

Tiupan Kedua : Tiupan kedua mengembalikan hidup manusia yang mati dan membangkitkan mereka dari kubur, Seketika mereka bangkit dari kuburnya menuju Rabb nya. Orang orang kafir berteriak Duh Celaka kami! seraya bertanya “siapakah yang telah membangkitkan kami dari kubur? Pada hari Manusia menghadap Rabb yang Maha Perkasa dengan merendahkan diri, tiada satu keadaan pun yang tersembunyi dari Allah. Mereka dikumpulkan bershaf-shaf bersama para malaikat dengan tiada seorangpun yang berani angkat bicara kecuali yang di Izinkan oleh Sang Penguasa Alam Semesta. 
Sumber QS: |39:68|69:13-18|36:52|40:16|78:38|

Malaikat Malik :

Malaikat Malik adalah Malaikat penjaga Neraka, Dahsyatnya siksa neraka yang terus berulang membuat para penghuninya merasa tidak tahan, mereka meminta Malaikat Malik agar Rabb nya membunuh mereka saja, namun Malaikat Malik menegaskan mereka akan tetap tinggal disana. Di jelaskan dalam Al qur’an bahwa para penjaga neraka sangat kasar, keras, dan tidak mendurhakai Rabbnya. Adapun orang-orang kafir yang melarang orang untuk shalat (menyembah Allah) dan mendustakan kebenaran yang dalam hati mereka membenarkan lalu berpaling seperti : Abu Jahal maka kelak Allah akan mendatangkan ” Malaikat Zabaniyah” untuk menyiksa mereka. Satu tempat dineraka ada terdapat neraka “Saqar” atau disebut “Neraka Pembakar kulit yang tidak meninggalkan dan tidak membiarkan” maksudnya yakni tidak meninggalkan dan membiarkan apapun yang dilemparkan kedalamnya hingga binasa, lalu menghidupkan dan dengan cepat membinasakan kembali begitu seterusnya Na’udzubillahiminzaliik... Diatas Neraka Saqar dijaga oleh “Malaikat Tis’ata’asyaro” yaitu Sembilan belas malaikat penjaga yang bilangan 19 ini tidaklah Allah menjadikan bilangan mereka itu melainkan untuk jadi cobaan bagi orang-orang kafir, supaya orang-orang yang diberi Al-Kitab menjadi yakin dan supaya orang yang beriman bertambah imannya dan supaya orang-orang yang diberi Al Kitab dan orang-orang mukmin itu tidak ragu-ragu yang orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit. Sedangkan didalam Neraka Jahannam yaitu Neraka paling dasar terdapat tempat Malaikat yang mengintai menunggu orang-orang yang masuk kedalamnya, Hampir Neraka itu pecah lantaran kemarahan penjaga-penjaga Neraka itu setiap kali ada orang yang dilemparkan kedalamnya kepada sekumpulan orang-orang kafir seraya bertanya : “Apakah belum pernah datang kepada mu (sewaktu didunia) seorang pemberi peringatan? 
Sumber QS: |43:77|66:6|96:18|74:27-31|78:21|67:8|

Malaikat Ridwan :

Malaikat Ridwan adalah nama malaikat yang menjaga pintu surga, walaupun tidak ada keterangan di dalam Al Qur'an dan hadits shahih yang menerangkan secara jelas namanya. Terkadang namanya diucapkan sebagai "Rizvan" oleh orang Persia, Urdu, Pashto, Tajik, Punjabi, Kashmir dan bahasa lainnya yang terpengaruh oleh bahasa Persia. Sementara di Perancis disebut sebagai "Redouane". Sekarang nama ini digunakan sebagai nama maskulin oleh orang Arab atau orang yang beragama Islam. Malaikat Ridwan biasanya bersama dikaitkan bersama Malik.

Al Waahidy juga telah mengeluarkan hadist secara panjang lebar mengenai malaikat ini di dalam kitabnya yang berjudul Asbaabun Nuzuul Dengan demikian isnad (periwayat) hadits ini sangat lemah, bahkan sebagian ulama memasukkan hadist ini dalam kitab Al-Maudhuu’aat (hadits-hadits palsu), seperti Abul Hasan Ali bin Muhammad bin ‘Iraaq al-Kinaani dalam kitabnya Tanziihu Asy-Syarii’ah Al-Marfuu’ah ‘anil Akhbaar Asy-Syanii’ah Al-Maudhuu’ah (1/339)
Sumber : | Ridouan - wikipedia |

Diantara 10 nama Malaikat yang wajib kita ketahui ada beberapa nama-nama Malaikat yang disebutkan dalam Al quran, walaupun sebenarnya Jumlah Malaikat sangat banyak. Berikut ini adalah nama-nama malaikat yang dapat kita jumpai dalam Al Qur’aanul Kariim :

Malaikat Doifi Ibrahiim :

Malaikat Doifi Ibrahiim adalah dua orang Malaikat tamu Nabi Ibrahiim yang diutus Allah untuk menjalankan 2 misi : 
Yang Pertama : Memberi kabar gembira kepada Nabi Ibrahim yang kala itu sudah lanjut usia akan kelahiran seorang anak laki-laki yang akan menjadi seorang yang alim (Nabi Ishak AS).

Yang Kedua : Hendak meluluhlantakkan Negri Sodom yakni Negri kaum Nabi Luth penyuka sesama jenis (Homo seksual), Sebelum misi itu dilakukan mereka mengeluarkan Nabi Luth dan orang-orang yang beriman kesuatu tempat aman diakhir malam, dan Allah sudah mewahyukan kepada Luth perkara itu, bahwa mereka akan disikat habis diwaktu subuh. Negri itu dibalikkan dan ditimpa batu-batu diatasnya yang hingga kini bekas kehancuran negri itu masih menjadi jalan yang dilalui manusia sebagai tanda Kekuasaan Allah bagi orang yang beriman.
Sumber : QS : |15:51-77|

Malaikat Haafizh :

Malaikat Haafizh adalah malaikat yang menjaga dimuka dan dibelakangnya secara bergiliran, mereka hanya menjaga atas perintah Allah. Setiap Jiwa ada Malaikat Haafizh yang mengawasi pekerjaannya.
Sumber : QS : |86:4|15:51-77|82:10|

Malaikat Haarut dan Maarut :

Malaikat Haarut dan Maarut adalah dua orang malaikat yang diturunkan di negeri Babil bekas ibu kota Babilonia Kuno untuk mengajarkan Sihir kepada penduduknya. Negeri Babil yang kala itu di pimpin raja Nebukadnezaar dilanda sihir oleh seorang tahanan yahudi yang mengerjakan sihir. Kedua Malaikat menjelaskan bahwa sihir tidak dapat mendatangkan mudharat kecuali atas izin Allah.Keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: "Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir". Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu.
Sumber : QS : |2:102| Harut Marut - Wikipedia|

Malaikat Muqorrabin

Malaikat Muqorrobin adalah Sekumpulan Malaikat yang terdekat dengan Allah, Dalam catatan kaki ayat dikatakan yang dimaksud itu adalah Malaikat yang berada didekat Arsy Allah seperti : Jibril, Mikail, Israfil, dan Malaikat yang setingkat dengan mereka. Di hari Hisab kelak Malaikat Muqorrobin menyaksikan kitab catatan amal orang yang berbakti yang tersimpan dalam Illiyyin kitab catatan amal itu bernama “Kitab Illiyyuun”. Adapun Kitab orang yang berdosa yang tersimpan dalam sijjiin bernama “Kitab Sijjiin”.
Sumber : QS : |4:172|83:21|

Malaikat Yahmilu Arsy :

Malaikat Yahmilu Arsy adalah Malaikat yang memikul Arsy, Pada Hari tiupan Sangkakala yang pertama ketika alam semesta dirontokkan yakni ketika Hari Kiamat tiba 8 orang Malaikat Yahmilu Arsy menjunjung Arsy diatas kepala mereka.
Sumber : QS : |40:7|69:17|

Malaikat Hawla Arsy :

Malaikat Hawla Arsy adalah Sekumpulan Malaikat yang berada disekeliling Arsy yang tiada henti-henti nya bertasbih dan memuji-muji Allah. Hampir saja Langit Terpecah (karena Kebesaran Allah) sebab kaum Musyrikin mengambil pelindung kepada selain Allah, mereka meremehkan Allah dengan menyetarakan Allah terhadap sesuatu, Allah mengawasi perbuatan mereka dan Allah menanggapi serius akan masalah ini. Malaikat Hawla Arsy terus bertasbih dan memuji Rabb nya serta memohon ampun untuk orang-orang yag ada dibumi. Kepada orang-orang yang beriman mereka memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman (seraya mengucapkan): "Ya Rabb kami, rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalan Engkau dan peliharalah mereka dari siksaan neraka yang menyala-nyala. 
Sumber : QS : |40:7|39:75|42:5|

Malaikat Al Mursalaati’urfaa :

Malaikat Al Mursalaati’urfaa adalah Malaikat yang diutus untuk membawa kebaikan

Malaikat Al Aashifaati’ashfaa :

Malaikat Al Aashifaati’ashfaa adalah Malaikat yang terbang dengan kencangnya.

Malaikat An Naasyiiraatinasyraa :

Malaikat An Naasyiiraatinasyraa adalah Malaikat yang menyebarkan Rahmat Allah dengan seluas luasnya

Malaikat Al Faariqaatifarqaa :

Malaikat Al Faariqaatifarqaa adalah Malaikat yang membedakan antara yang Haq dan Batil dengan sejelas-jelasnya.

Malaikat Al Mulqiyaatizikra :

Malaikat Al Mulqiyaatizikra adalah Malaikat yang menyampaikan wahyu untuk menolak alasan dan memberi peringatan.

Sumber : QS : |77:1-6|

Malaikat An Naazi’aatigarqaa :

Malaikat An Naazi’aatigarqaa adalah Malaikat yang mencabut nyawa dengan keras

Malaikat An Naasyithaatinastaa :

Malaikat An Naasyithaatinastaa adalah Malaikat yang mencabut nyawa dengan lemah lembut

Malaikat As Sabihaatisabhaa :

Malaikat As Sabihaatisabhaa adalah malaikat yang turun dengan cepat

Malaikat As Sabiqaatisabqaa :

Malaikat As Sabiqaatisabqaa adalah malaikat yang turun mendahului dengan lebih cepat lagi

Malaikat Al Mudabbiraati’amra dan Al Muqasimaati’amra :

Malaikat Al Mudabbiraati’amra adalah Malaikat yang mengatur urusan dunia dan Al Muqasimaati’amra adalah Malaikat yang membagi-bagi urusan.

Sumber : QS : |79:1-4|51:4|

Malaikat As Saa’iku dan As Syaahidu :

Malaikat As Saa’iku dan As Syaahidu adalah 2 orang Malaikat yang menggiring dan membawa seorang hamba yang baru saja dibangkitkan dari Kuburnya untuk menghadap pengadilan Rabbnya. Malaikat As Saa’iku sebagai penggiring dan Malaikat As Syaahidu sebagai saksi.
Sumber : QS : |50:21|

Malaikat Tis’ata’asyaro :

Malaikat Tis’ata’asyaro adalah 19 Malaikat penjaga Neraka Saqar
Sumber : QS : |74:30|

Malaikat Yad’uddaa’i atau Malaikat Yunaadilmunaad :

Malaikat Yad’uddaa’i atau Malaikat Yunaadilmunaad adalah Malaikat yang menyeru dari tempat yang dekat kepada penghuni kubur panggilan yang tidak menyenangkan yakni hari kiamat 
Sumber : QS : |54:6-7|50:41-42|

Malaikat Junuudan :

Malaikat Junuudan adalah Malaikat yang diturunkan Allah sebagai tentara-tentara yang tidak dapat terlihat untuk membantu peperangan kaum muslimin. Allah menurunkan bantuan tentara dalam peperangan kaum muslimin dari sisi Rahmaan (Maha Pengasih nya).
Sumber : QS : |33:9|20:20|

Demikian ulasan Renungan qolbu semoga menambah khazanah ilmu, dan menambah keimanan kita. Amiin!

Untuk memperluas pengetahuan, antum bisa melihat link dibawah ini

10 Nama malaikat dan tugas tugasnya
23 Malaikat Yang Jarang Diketahui Manusia dan Tugasnya
Malaikat - Wikipedia

Kisah Abrahah menyerang Ka'bah


Peristiwa Pasukan Gajah Abrahah disebutkan secara singkat dalam Al-qur’an, Para Sejarawan telah menetapkan asal usul peristiwa itu. Kejadian ini terjadi dekat sebelum kelahiran Nabi Muhammad S.A.W. sekitar 570 M Kisah Abrahah Menyerang Ka'bah Peristiwa Pasukan Gajah Abrahah disebutkan secara singkat dalam Al-qur’an, 

Para Sejarawan telah menetapkan asal usul peristiwa itu. Kejadian ini terjadi menjelang kelahiran Nabi Muhammad S.A.W. sekitar 570 M. Begitu besar peristiwa ini hingga pada tahun masa itu disebut sebagai : “Tahun Gajah”, Tahun yang sama dengan tahun kelahiran Nabi Muhammad. Pada bahasan yang lalu yakni : Kisah besar Raja Yaman “Ashabul Uhduud” bahwa Abrahah sangat gembira karena telah berhasil memenangkan pertempuran melawan Raja Yaman dan telah berhasil membalaskan dendam penduduk Najran. Raja Negus (Ethiophia) telah mengangkat Abrahah sebagai perwakilan kerajaan di wilayah itu. 

Abrahah hidup bebas dan untuk menyenangkan Raja Ethiophia dia membangun Gereja yang megah dan hebat di Sana’ah yang keindahannya tak tertandingi ditanah arab pada masa itu. Kemudian dia menulis surat pada Negus “Sesuai dengan keinginan Paduka, pembangunan gereja itu telah selesai. Saya berharap ini akan membuat rakyat Yaman meninggalkan ziarah mereka ke Ka’bah dan beralih ke gereja ini.” 

Ketika isi surat itu diketahui oleh penduduk, timbullah reaksi yang tidak menyenangkan dari suku-suku arab, hingga pada suatu malam seorang perempuan dari suku Bani Afqam mengotori gereja itu. Tindakan ini menunjukkan sikap menghina dan permusuhan dari pihak Arab terhadap Gereja Abrahah yang membuat Abrahah sangat marah. Disamping itu semakin Abrahah menambah hiasan dan dekorasi untuk keindahan gereja, semakin orang terpaut kepada Ka’bah. Kenyataan ini mendorong Abrahah untuk berniat menghentikan itu dan bersumpah akan menghancurkan Ka’bah. Untuk itu dia membuat suatu pasukan besar dengan tentara dan gajah perang demi mewujudkan niatnya menggilas rumah yang pondasinya telah dibangun oleh Nabi Ibrahim.A.S itu. 

Para pemimpin Arab menyadari bahwa ini situasi gawat dan berbahaya. Mereka merasa yakin bahwa kemerdekaan dan kebebasan individu bangsa Arab akan runtuh. Kejayaan dan reputasi Abrahah dimasa lalu menciutkan nyali mereka untuk melakukan konfrontasi. Namun demikian desakan kebebasan melahirkan perlawanan-perlawanan dari beberapa pemimpin suku. Dzu Nafar misalnya, seorang bangsawan Yaman telah membakar semangat kaumnya dalam sebuah pidato untuk bertempur habis-habisan melawan tentara Abrahah. Mereka bergerak berusaha menggempur tentara Abrahah. Namun tentara Abrahah yang besar dan kuat segera menghancurkan pasukannya. Setelah Dzu Nafar, tampil Nafil bin Habib bertempur sengit, namun seperti pendahulunya, dia juga mengalami kekalahan. Nafil pun tertawan dan memohon ampun kepada Abrahah. Abrahah menerima permohonan maafnya dengan syarat dia harus memandu perjalanan pasukan Abrahah menuju Mekah. Demikian Nafil kemudian menjadi pemandu pasukan Abrahah menuju Mekah, sampai di Thaif dia menyerahkan pekerjaannya itu kepada seorang temannya yang bernama Ayurghal. Kemudian Ayurghal memandu pasukan Abrahah hingga tiba di Mughmas suatu tempat dekat Mekah.

Sampai disana pasukan Abrahah mendirikan barak tentaranya, kemudian dia memerintahkan seorang perwira tentaranya yang bernama Hanatah untuk membuat teror dengan merampok unta dan hewan ternak lainnya di Tahamah. Diantara unta-unta yang dirampok ada 200 ekor unta milik Abd Al Muthalib. Kemudian Abrahah memerintahkan Hanatah untuk menyampaikan pesannya kepada pemimpin suku Quraish. Abrahah berkata kepada Hanatah :Huuu “ Kini aku dapat menyaksikan pemandangan Ka’bah yang sesungguhnya, telah pasti pula bahwa orang-orang Quraish ini akan melawan, tetapi untuk meyakinkan agar darah mereka tidak tertumpah, Anda harus segera ke Mekah. Disana anda harus menghubungi pemimpin suku Quraish dan mengatakan kepadanya tujuan saya adalah untuk meruntuhkan Ka’bah. Apabila orang Quraish melawan mereka akan terbunuh, namun jika mereka tidak melawan, mereka akan selamat. “ Hanatah tiba di Mekah dan melihat banyak sekelompok orang berkumpul diberbagai tempat membicarakan isu yang sedang melanda mereka tentang penyerangan pasukan Abrahah. 

Hanatah bertanya dan meminta kepada sekelompok orang untuk diantarkan kepada pimpinan suku mereka. Maka sampailah Hanata ke rumah Abd Al Muthalib. Setelah mendengar pesan Abrahah, berkata Abd Al Muthalib : “Kami sama sekali tidak ingin berperang , Ka’bah adalah Rumah Allah, Itu adalah rumah yang telah dibangun oleh Nabi Ibrahim. Allah akan berbuat apa saja yang dianggap Nya pantas.” Mendengar jawaban Abd Al Muthalib yang lemah lembut dan damai namun tegas menyiratkan rohaninya yang kuat Hanata merasa gembira, Oleh karena itu dia merasa yakin dan meminta pemimpin bangsa Quraish itu ikut bersamanya ke barak untuk menemui Abrahah. Berangkatlah Abd Al Muthalib bersama beberapa putranya menemui Abrahah, Sikapnya yang ramah, tenang, dan penuh keyakinan telah membuat Abrahah kagum dan menghormatinya hingga Abrahah Segera turun dari tahtanya menjabat tangan Abd Al Muthalib dan mengajaknya duduk disisinya. 

Dengan penuh rasa hormat Abrahah menanyakan lewat juru bahasanya maksud dan tujuan kedatangannya. Abd Al Muthalib berkata : “Unta-unta Tahamah termasuk diantaranya 200 ekor unta milik saya telah dirampas oleh tentara anda, saya hendak meminta kepada anda agar memerintahkan tentara anda mengembalikan unta-unta kami.” Mendengar perkataan itu merahlah telinga Abrahah dengan nada tinggi dia berkata :”wajah dan sikap anda yang anggun mengandung aspek suci menyebabkan saya memandang anda sebagai orang besar. Namun permohonan anda untuk hal-hal sepele tadi telah mengurangi nilai anda dimata saya, mengingat tujuan saya kesini untuk menghancurkan tempat suci para leluhur anda, seharusnya anda berbicara tentang Ka’bah dan memohon kepada saya agar tidak melaksanakan tujuan saya, karena jika terlaksana maka itu adalah pukulan maut bagi kemerdekaan dan kehidupan politik keagamaan anda. Saya tidak mengira kalau anda datang hanya untuk hal sepele meminta unta yang tak berharga itu." Sebagai jawaban terhadap ucapan Abrahah, Abd Al Muthalib mengucapkan sebuah kalimat yang nilainya masih terpelihara hingga kini. Dia Mengatakan “Saya adalah pemilik unta-unta itu. Rumah itu pun ada pemiliknya yang akan mencegah setiap gangguan atasnya.” Abrahah berkata lagi dengan sombong sambil menggeleng-gelengkan kepala dan menegaskan tujuannya “Tidak ada yang cukup kuat untuk menahan saya mencapai tujuan saya” lalu dia memerintahkan agar harta kekayaan dan hewan ternak yang dirampas dikembalikan kepada pemiliknya. 

 Penduduk Mekah menanti kembalinya pemimpin mereka untuk mengetahui hasil pembicaraannya dengan Abrahah. Ketika bertemu dengan para pemimpin suku Quraish Abd Al Muthalib berkata : “segeralah berlindung ke bukit dan lembah bersama hewan ternak kalian agar aman dari setiap mudharat.” Penduduk segera meninggalkan rumah mereka dan berlindung dibalik perbukitan. Dimalam hari seluruh bukit dan lembah dipenuhi isak tangis anak-anak, ratapan kaum wanita, dan kegaduhan hewan-hewan ternak. Pada tengah malam Abd Al Muthalib dan beberapa orang Quraish turun dari perbukitan menuju pintu Ka’bah. Abd Al Muthalib dengan air mata berlinang dan hati yang getir memegang rantai pintu Ka’bah dan mengucapkan doa : “ Ya Allah! Kami tidak melekatkan iman kepada siapapun kecuali Engkau, untuk selamat dari bencana dan kejahatan. Ya Allah! Tolaklah mereka dari Rumah Suci Mu. Musuh Ka’bah adalah musuh Mu. Wahai Pemberi Rezeki! Putuskan tangan mereka agar mereka tidak mencemari Rumah Mu. Bagaimanapun keselamatan Rumah Mu adalah tanggung jawab Mu. Jangan biarkan datangnya Salib menjadi jaya atasnya dan penduduk negeri-negeri mereka merebut negeri Mu dan menguasainya.” 

Kemudian Dia melepaskan rantai pintu Ka’bah lalu berlindung di puncak bukit sambil melihat perkembangan. Di pagi hari nampak sekelompok besar pasukan bergajah Abrahah beriring-iring akan memasuki kota Mekah, suasana mencekam mengiringi derap langkah berat pasukan itu yang menggentarkan nyali siapa saja yang mendengarnya. Kengerian meliputi hati setiap penduduk yang menanti peristiwa besar dari balik bukit. Namun mendadak sekawanan burung muncul dari arah laut, membawa batu-batu diparuh dan cakarnya. Sekawanan burung hitam yang amat banyak hingga bayangannya menutupi barak tentara Abrahah. Atas izin Allah S.W.T. sekawanan burung-burung hitam itu menghujani tentara Abrahah dengan batu-batu yang dibawanya, dan atas izin Allah pula batu-batu kecil yang tak berarti itu menjadi serangan yang mematikan bagi tentara Abrahah. Kepala mereka pecah dan daging mereka terkoyak hingga berceceran ke tanah. Satu batu mengenai Abrahah yang membuatnya gemetar dan ketakutan, dia telah yakin akan kesalahannya telah membuat kemurkaan Yang Maha Kuasa. Dia melihat tentaranya yang begitu dibanggakan telah berjatuhan ke bumi laksana daun-daun yang dimakan ulat. 

Dia pun segera memerintahkan sisa-sisa orang yang selamat mundur ke Sana’ah melewati jalan yang mereka tempuh ketika datang. Tentara yang tersisa itu menyelamatkan diri dengan perasaan takut kembali ke Sana’ah. Namun kebanyakan mereka tewas ditengah perjalanan. Abrahah sendiri berhasil kembali ke Sana’ah namun dengan kondisi tubuh yang tersobek-sobek, ketakutan dan kehabisan darah, lalu tewas dengan mengenaskan. Peristiwa yang mengerikan dan aneh ini menjadi sangat terkenal diseluruh dunia pada zaman itu, dan Allah mengabarkan peristiwa itu kepada Nabi Muhammad melalui wahyu yang dicatat dalam QS.Al Fiil (105):1-5: Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Rabbmu telah bertindak terhadap tentara bergajah? Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Ka'bah) itu sia-sia? Dan Dia mengirimkan kapada mereka burung yang berbondong-bondong, Yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar Lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat). Demikian kisah Abrahah semoga kita dapat menambah khazanah ilmu dan keimanan serta dapat mengambil pelajaran dari kisah ini. 

(Sumber Ar-risalah, Djafar Subhani, footnote Sirah Ibn Hisyam.h.43,Fadha’il Syadzan.h.52-64, Bihar Al Anwar .h.146-155, Tarikh Al Kamil hal 260-263)

Kisah Kisah Islami
Renungan Islam

Senin, 30 November 2015

Kisah Besar Dzu Nuwas Raja Yaman ‘Ashabul Uhduud’

menyalakan api didalamnya dari tumpukan kayu bakar kemudian mengancam akan membakar para penduduk yang menentangnya
Api dari kayu bakar
Kisah ini terjadi dekat sebelum kelahiran Nabi Muhammad S.A.W. antara tahun 570 M yakni sebelum peristiwa Pasukan Gajah Abrahah menyerang Ka’bah dan kelak mereka dihancurkan oleh sepasukan burung-burung yang membawa batu-batu dari Neraka. Adalah Dzu Nuwas seorang Raja yang memerintah Negeri Yaman yang beragama Nashrani. Dimasa pemerintahannya ada dua kota besar yang menjadi pusat keagamaan tertinggi pada zaman itu yakni : Yastrib (Madinah) adalah sebagai pusat agama Yahudi dan Najran adalah sebagai Pusat Agama Nashrani.

Setelah memperkuat ibu kota pemerintahannya, Dzu Nuwas dalam suatu perjalanan melewati kota Yastrib, sekelompok orang Yahudi telah berkumpul ditempat itu dan telah membangun Haikal (Sinagog) di kota itu. Kaum oportunis yahudi di kota ini menyambut raja dengan hangat dan mengajak raja untuk memeluk agama yahudi agar mereka bisa masuk dalam pemerintahannya dan sekaligus melindungi mereka dari serangan bangsa Romawi yang beragama Nashrani dan dan bangsa Arab penyembah berhala. Raja Dzu Nuwas sangat terkesan dengan penyambutan itu dan setuju untuk mengatur pemerintahan bersama kaum Yahudi, sehingga Raja memutuskan untuk memeluk agama yahudi, dan bertekad akan memajukan agama itu dengan sekuat-kuatnya.

Mulailah Dzu Nuwas melebarkan usahanya mendakwahkan agama Yahudi ditengah-tengah penduduk negerinya. Banyak orang cenderung kepadanya semata-mata karena takut kepada ancamannya. Raja Dzu Nuwas mendakwahkan agama Yahudi dengan keras, bahkan Raja memberikan hukuman berat kepada siapa saja yang berani menentang, dan mereka akan disiksa hanya karena berbeda paham dengannya.

Hingga sampailah dakwah raja kepada penduduk Najran yang beragama Nashrani, penduduk Najran yang gagah berani menolak keras dan tidak bersedia meninggalkan agama Nashrani yang mereka sudah sejak lama menjadi pengikut Isa Putra Maryam a.s. Raja Yaman amat murka dengan pembangkangan itu,lalu raja mengirim pasukan besar untuk menindas para pembangkang itu. Komandan tentara raja berkemah disisi kota itu dan diperintahkan membuat parit yang besar dan menyalakan api didalamnya dari tumpukan kayu bakar kemudian mengancam akan membakar para penduduk yang menentangnya. Namun kaum mukminin yang memiliki iman yang kuat tidak menjadi gentar, mereka lebih memilih menyambut kematian dalam kobaran api daripada mendurhaka kepada Allah. Maka mereka menyambut pembakaran itu dengan tangan terbuka dan tubuh mereka hangus ditelan api.

Allah S.w.t berfirman dalam Q.S. 85 (Al Buruj) : 1-10 

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
1. Demi langit yang mempunyai gugusan bintang, 
2. dan hari yang dijanjikan,
3. dan yang menyaksikan dan yang disaksikan
4. Binasa dan celaka orang-orang yang membuat parit
5. yang berapi (dinyalakan dengan) kayu bakar,
6. ketika mereka duduk di sekitarnya,
7. sedang mereka menyaksikan apa yang mereka perbuat terhadap orang-orang yang beriman.
8. Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji,
9. Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu
10. Sesungguhnya orang-orang yang mendatangkan cobaan[1568] kepada orang-orang yang mukmin laki-laki dan perempuan kemudian mereka tidak bertaubat, maka bagi mereka azab Jahannam dan bagi mereka azab (neraka) yang membakar.

Dalam tafsir Ibnu Katsir tentang sebab-sebab turunnya ayat, ada banyak kisah yang mengiringi turunnya Surat Al Buruj diantaranya kisah Raja Dzu Nuwas ini. Disebutkan oleh Muhammad Ibnu Ishaq dalam kitab Sirahnya, bahwa yang di maksud “Ashabul Uhdud” adalah Dzu Nuwas yang nama aslinya adalah Zur’ah dalam masa pemerintahannya dia sering dipanggil sebagai yusuf, dia adalah Ibn Bayan atau As’ad ibn Kuraib. Dialah yang membawa agama yahudi ke negeri yaman.

Sejarawan besar Muslim Ibnu al atsir al jazaari menulis sbb : Seorang penduduk Najran yang bernama Daus luput dari pembantaian itu dan segera melarikan diri kepada Kaisar Romawi pendukung besar Nashrani pada zaman itu. Daus memohon kepada kaisar untuk menghukum orang-orang yang telah memberikan cobaan kepada penduduk Najran dan meminta untuk mengukuhkan kembali tiang-tiang agama Nashrani yang telah roboh di kota itu. Penguasa Romawi itu menunjukkan kesedihan yang mendalam dan menyampaikan rasa simpatinya seraya berkata : “ Karena Pusat pemerintahan kami jauh dari negri anda, maka kami akan menulis surat kepada Negus (Raja Ethiophia) untuk membalaskan dendam kepada orang-orang kejam yang telah membunuh dan menyiksa penduduk Najran” Orang Najran itu kemudian menerima surat dari kaisar dan secepatnya pergi menuju Ethiophia tempat Raja Negus yang beragama Nashrani . Setibanya disana dia melaporkan kepada Negus semua peristiwa dan menyerahkan surat dari kaisar romawi. 

Raja Ethiophia yang bijak menanggapi hal itu dengan baik namun seketika bangkit rasa marahnya mendapat laporan kekejaman Raja Yaman terhadap penduduk Najran. Maka Raja Negus mengirim lebih dari 70.000 tentaranya ke Yaman dibawah pimpinan seorang komandan pasukan bernama “Abrahah Asyram”. Tentara Raja Ethiophia yang teratur dan bersenjata lengkap menaiki kapal dan menyeberangi lautan sampai akhirnya berlabuh di pantai Yaman. 

Bala tentara pimpinan Abrahah itu bergerak mendekati pusat kerajaan dan menyergap pasukan Raja Dzu Nuwas secara mendadak hingga tiada kesempatan bagi Dzu Nuwas menghimpun kekuatan apalagi mengirimkan surat untuk meminta bantuan kepada para kepala suku dan para sekutu-sekutunya. 

Sebuah serangan singkat sudah cukup menjatuhkan pemerintahan Raja Yaman hingga akhirnya Negri Yaman yang berpenduduk banyak itu jatuh ke tangan Pemerintah Ethiophia. Raja Negus kemudian mengangkat komandan tentara “Abrahah” sebagai perwakilan raja di kawasan itu.

Abrahah sangat gembira dengan kemenangan itu, dia telah berhasil membalaskan dendam penduduk Najran atas Raja Yaman. Abrahah kemudian memerintah dikawasan itu dan hidup dengan bebas hingga menjadikan Yaman menjadi Pusat keagamaan Nashrani dan membangun Gereja yang amat megah dan mewah hingga tiada satu peradaban zaman itu yang bisa menandinginya. Sampai akhirnya kelak kisah Abrahah Allah nukilkan dalam Surat Al-Fiil (105) karena usahanya ingin menghancurkan Ka’bah (Insya Allah akan kami tulis dalam kelanjutannya).
(Sumber Ar-risalah, Djafar Subhani, Footnote 38 ‘Tarikh Al Kamil’ hal 258 dst)

Demikian kisah ini semoga kita dapat mengambil ibrah dari kisah tauladan ini.

Kisah Teladan
Akhlak Rasulullah

Sabtu, 07 November 2015

Kecintaan pada Rasullulah Muhammad

Allah Taala Berfirman dalam Qs.Al Ahzab (33) 21 :
21. Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.

Segala Puji bagiMU Yaa Rabb Penguasa Alam Semesta, atas segala Nikmat dan Karunia yang kami terima, terutama nikmat terbesar yakni nikmat Iman dan Islam. Shalawat dan salam semoga tetap tercurah kepada junjungan kami Nabi Muhammad Shalallahu‘alaihi wassalam yang merupakan suri tauladan bagi umat manusia.

Yaa Rasullulah Engkau adalah pribadi luhur,lurus,bijak dan selalu berpegang kepada kebenaran yang haq.
Kecintaan pada Rasullulah Muhammad
Yaa Rasullulah Engkau adalah pribadi luhur, lurus, bijak dan selalu berpegang kepada kebenaran yang haq. Sungguh pada dirimu tak dapat dijumpai kecacatan dalam ucapan, adab, perilaku dan tindakan. Begitu keras engkau menginginkan manusia terhindar dari azab Neraka yang pedih, begitu keras engkau menginginkan manusia masuk surga. Kami tahu engkau mengemban tugas dari Rabb mu tentang aturan yang diinginkan Nya untuk manusia supaya manusia selamat, yang aturan itu dinamakan “Tauhid” atau “Ajarkan keEsaan Rabbmu”. Rabb mu tidak menginginkan ada bagi Nya “Sekutu”,”Tandingan”, atau menyamakan, memberi ketaatan, menyetarakan Rabb mu yang Maha Tinggi dengan benda hidup atau benda mati yang dikenal manusia walaupun hanya sekedar lambang atau bahkan gurauan.

Engkau menjalankan misi tauhid itu yang juga dijalankan oleh Rasul-Rasul terdahulu. Misi penyelamatan itu bernama “Islam” atau “penyelamatan”. Kami tahu betapa berat engkau jalankan misi itu, hujanan caci maki, cemooh, tuduhan orang gila, penyiksaan fisik, bahkan percobaan pembunuhan atas dirimu yang mulia mengiringi misi Penyelamatan itu. Apa pantas seorang yang begitu gigih mengorbankan jiwa dan raganya demi menyelamatkan orang lain dari mara bahaya di perlakukan seperti itu? Apa hidup manusia ini tidak memerlukan aturan setelah diberi hidup dan segala kenikmatan oleh yang Menciptakan? Yaa Rasullulah engkau tidak hiraukan semua beban itu, sakit di hati, sakit di badan, lapar, haus engkau pergi saja mendakwahkan misi itu di setiap tempat manusia berkumpul, laksana orang yang bekerja keras mengais rezeki untuk penghidupannya.

Sungguh manusia tidak bersyukur dan berdusta akan kebenaran yang disampaikan mu yaa Muhammad, padahal Allah telah Bersumpah untuk Alqur’an (Firman Allah), Jibril AS (malaikat utusan yang memiliki posisi tinggi di Kerajaan Allah), dan untuk dirimu yaa Muhammad (pengemban tugas), bahwa “Benar” engkau adalah orang yang dimaksud untuk menerima wahyu dari Allah melalui utusan Nya Jibril AS

Allah Taala Berfirman dalam Qs.At Takwir (81) 15-23 :
15. Sungguh, Aku bersumpah dengan bintang-bintang
16. yang beredar dan terbenam
17. demi malam apabila telah hampir meninggalkan gelapnya
18. dan demi subuh apabila fajarnya mulai menyingsing
19. sesungguhnya Al Qur'aan itu benar-benar firman (Allah yang dibawa oleh) utusan yang mulia (Jibril)
20. yang mempunyai kekuatan, yang mempunyai kedudukan tinggi di sisi Allah yang mempunyai 'Arsy
21. yang ditaati di sana (di alam malaikat) lagi dipercaya
22. Dan temanmu (Muhammad) itu bukanlah sekali-kali orang yang gila.
23. Dan sesungguhnya Muhammad itu melihat Jibril di ufuk yang terang.

Yaa Rasullulah…engkau telah tanamkan iman kepada para sahabat dan para pengikut setia mu, engkau doa kan orang-orang yang memusuhi mu, engkau menghindari semua kemarahan orang-orang kafir hanya karena usaha penyelamatan itu, hingga permusuhan orang-orang kafir bertambah sengit ingin menjadikan engkau yang suci hilang dari muka bumi, lalu engkau berhijrah ke Madinah engkau bangun “Maaddieniah” atau “Tempat Din” untuk mewujudkan apa yang Rabb mu inginkan dari peradaban manusia. Hingga Madinah itu menjadi “Blue Print” cetak biru tentang bagaimana hidup mulia yang diinginkan Rabb mu terbaik dari semua contoh peradaban manusia.

Namun itu semua telah jauh berlalu, kini engkau telah tiada, di detik-detik akhir dalam kepayahan engkau menghadapi Maut, masih saja keluar dari lisan mulia mu bisikan kekhawatiran umatku..umatku.. umatku… Yah engkau telah pergi, Engkau pergi hanya mewariskan seekor kuda baghal dan baju perang sebagai harta warisan yang engkau punya. Namun terimakasih yaa Rasullulah bukan hanya untuk harta warisan itu melainkan Islam yang engkau ajarkan, itulah warisan terbesar yang hingga kini kami dan jutaan manusia yang beriman kepada kehidupan akhirat menjadikan islam sebagai pedoman bagaimana cara seorang hamba memperlakukan “Zat yang Menciptakannya” dengan benar. 

Oh Rasulullah Muhammad Pribadi mulia…Walau engkau telah tiada dan kami tidak pernah melihat wajah mu yang indah namun pribadi, ahlak, dan gambaran dirimu akan tetap terpatri didada, meresap dalam Qolbu dan mengalir dalam darah. Kami ingin seperti engkau, betapa kami rindu, cinta kami pada engkau wahai Rasulullah begitu dalam.kami sering menangis tersedu membaca kisah-kisah kehidupan mu yang begitu sederhana dan sangat mengharukan menimpa kepada seseorang yang begitu tinggi derajatnya. Yaa Rasulullah Muhammad kami menjadi pengikut mu, umat yang begitu besar mencintai mu kami ingin mencontoh pribadi mu, jangan biarkan kami terancam siksa, beri kami hak syafaat mu di akhirat kelak. Semoga Allah memberikan Izin Nya. Amiiin Yaa Rabbal ‘alamiin 



Jumat, 30 Oktober 2015

Kecintaan Pada Engkau Yaa Rabb

Allah Taala Berfirman dalam Qs.Nuh (73) 13-17 :

13. Mengapa kamu tidak percaya akan kebesaran Allah?
14. Padahal Dia sesungguhnya telah menciptakan kamu dalam beberapa tingkatan kejadian
15. Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah menciptakan tujuh langit bertingkat-tingkat?
16. Dan Allah menciptakan padanya bulan sebagai cahaya dan menjadikan matahari sebagai pelita?
17. Dan Allah menumbuhkan kamu dari tanah dengan sebaik-baiknya

Yaa Rabb kami Engkau yang menciptakan kami, "Aladzii kholakoka Fasawwaka Fa'adalaka" dengan bentuk yang sempurna dengan susunan tubuh yang seimbang, kemudian Engkau tentukan jalan dan Engkau beri kami kemudahan, Engkau tidak pernah sekalipun lalai memberi kami makan, memberi kami nafas, memberi kami kesehatan, memberi kami nikmat akan harta, istri dan anak, hingga kesenangan akan hewan ternak dan peliharaan kami, serta alam yang indah dalam pandangan kami, begitu banyak dan tak dapat disebutkan yaa Rabb kami.

Kenikmatan yang Engkau beri seolah seperti suatu keadaan yang sudah semestinya
Kecintaan Pada Engkau ya Rabb
Kenikmatan yang Engkau beri seolah seperti suatu keadaan yang sudah semestinya, hari demi hari, bulan demi bulan, tahun hingga abad demi abad terjadi begitu saja sampai kami lupa bahwa ini semua pemberian Engkau yaa Rabb, Padahal banyak diantara kami manusia-manusia yang berdosa. Bukankah diantara kami banyak yang tidak pandai bersyukur kepada Engkau? Bukankah diantara kami banyak manusia-manusia yang mendustakan Engkau? Bukankah diantara kami banyak yang mencaci-maki karunia Engkau? Bahkan banyak diantara kami manusia-manusia yang menyekutukan Engkau dengan sesuatu yang tidak bisa memberi manfaat seperti yang Engkau beri? 

Kalau Engkau mau mudah saja bagi Engkau untuk menahan itu semua walau hanya sedetik. Bagaimana jadinya jikalau Engkau tahan sejenak oksigen yang kami pakai untuk bernafas? bagaimana jadinya jikalau Engkau lunakkan sesaat bumi tempat kami berpijak? Bagaimana jika tidak ada malam yang menyelimuti istirahat kami sehari saja? Tetapi tak sedikitpun Engkau lakukan walau kami banyak berdosa kepada Engkau wahai Rabb kami yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Mengapa Engkau begitu kasih kepada kami Yaa Rahmaan? mengapa Engkau begitu cinta kepada kami Yaa Rahiim? Lalu Patutkah kami menyekutukan Engkau Yaa Al Wahiid? Patutkah kami mendustakan ketinggian Engkau sebagai Pencipta Alam Semesta Yaa Rabbikal A'la, Patutkah kami sibuk dengan urusan dunia hingga melalaikan Engkau Yaa Ar Rozak? Patutkah kami tidak menyembah Engkau Yaa Ilahi Rabbi? Yaa Gofuur Ampuni kami, Maafkan Dosa dan Kesalahan kami...

Wahai Rabb kami!! kami sadar Engkau tidak membutuhkan apapun dari kami, karena Engkau Maha Kaya, dan Engkau Bisa dengan mudah  menciptakan mahluk baru yang jauh lebih taat dari kami, Tetapi kami ingin mendekatkan diri kepada Engkau, kami ingin mengikuti Peraturan yang Engkau tetapkan,  kami ingin menempatkan kecintaan kepada Engkau diatas segala-galanya, karena mencintai Engkau berarti mendapat Garansi Harapan kami atas semua kecintaan, dan kami ingin mendapatkan Kecintaan Engkau hingga Engkau Ridho kepada kami. Jika Engkau berkenan mengabulkan pinta kami yang terbesar Buatkan untuk kami sebuah Ruang di qolbu sebagai tempat yang tak berbatas untuk meletakkan "Kecintaan Pada Engkau Yaa Rabb" agar kami jauh dari lalai, agar kami dapat sepenuhnya melakukan semua amal kami "Karena Engkau" Amiiiin Yaa Rabb