Sabtu, 07 November 2015

Kecintaan pada Rasullulah Muhammad

Allah Taala Berfirman dalam Qs.Al Ahzab (33) 21 :
21. Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.

Segala Puji bagiMU Yaa Rabb Penguasa Alam Semesta, atas segala Nikmat dan Karunia yang kami terima, terutama nikmat terbesar yakni nikmat Iman dan Islam. Shalawat dan salam semoga tetap tercurah kepada junjungan kami Nabi Muhammad Shalallahu‘alaihi wassalam yang merupakan suri tauladan bagi umat manusia.

Yaa Rasullulah Engkau adalah pribadi luhur,lurus,bijak dan selalu berpegang kepada kebenaran yang haq.
Kecintaan pada Rasullulah Muhammad
Yaa Rasullulah Engkau adalah pribadi luhur, lurus, bijak dan selalu berpegang kepada kebenaran yang haq. Sungguh pada dirimu tak dapat dijumpai kecacatan dalam ucapan, adab, perilaku dan tindakan. Begitu keras engkau menginginkan manusia terhindar dari azab Neraka yang pedih, begitu keras engkau menginginkan manusia masuk surga. Kami tahu engkau mengemban tugas dari Rabb mu tentang aturan yang diinginkan Nya untuk manusia supaya manusia selamat, yang aturan itu dinamakan “Tauhid” atau “Ajarkan keEsaan Rabbmu”. Rabb mu tidak menginginkan ada bagi Nya “Sekutu”,”Tandingan”, atau menyamakan, memberi ketaatan, menyetarakan Rabb mu yang Maha Tinggi dengan benda hidup atau benda mati yang dikenal manusia walaupun hanya sekedar lambang atau bahkan gurauan.

Engkau menjalankan misi tauhid itu yang juga dijalankan oleh Rasul-Rasul terdahulu. Misi penyelamatan itu bernama “Islam” atau “penyelamatan”. Kami tahu betapa berat engkau jalankan misi itu, hujanan caci maki, cemooh, tuduhan orang gila, penyiksaan fisik, bahkan percobaan pembunuhan atas dirimu yang mulia mengiringi misi Penyelamatan itu. Apa pantas seorang yang begitu gigih mengorbankan jiwa dan raganya demi menyelamatkan orang lain dari mara bahaya di perlakukan seperti itu? Apa hidup manusia ini tidak memerlukan aturan setelah diberi hidup dan segala kenikmatan oleh yang Menciptakan? Yaa Rasullulah engkau tidak hiraukan semua beban itu, sakit di hati, sakit di badan, lapar, haus engkau pergi saja mendakwahkan misi itu di setiap tempat manusia berkumpul, laksana orang yang bekerja keras mengais rezeki untuk penghidupannya.

Sungguh manusia tidak bersyukur dan berdusta akan kebenaran yang disampaikan mu yaa Muhammad, padahal Allah telah Bersumpah untuk Alqur’an (Firman Allah), Jibril AS (malaikat utusan yang memiliki posisi tinggi di Kerajaan Allah), dan untuk dirimu yaa Muhammad (pengemban tugas), bahwa “Benar” engkau adalah orang yang dimaksud untuk menerima wahyu dari Allah melalui utusan Nya Jibril AS

Allah Taala Berfirman dalam Qs.At Takwir (81) 15-23 :
15. Sungguh, Aku bersumpah dengan bintang-bintang
16. yang beredar dan terbenam
17. demi malam apabila telah hampir meninggalkan gelapnya
18. dan demi subuh apabila fajarnya mulai menyingsing
19. sesungguhnya Al Qur'aan itu benar-benar firman (Allah yang dibawa oleh) utusan yang mulia (Jibril)
20. yang mempunyai kekuatan, yang mempunyai kedudukan tinggi di sisi Allah yang mempunyai 'Arsy
21. yang ditaati di sana (di alam malaikat) lagi dipercaya
22. Dan temanmu (Muhammad) itu bukanlah sekali-kali orang yang gila.
23. Dan sesungguhnya Muhammad itu melihat Jibril di ufuk yang terang.

Yaa Rasullulah…engkau telah tanamkan iman kepada para sahabat dan para pengikut setia mu, engkau doa kan orang-orang yang memusuhi mu, engkau menghindari semua kemarahan orang-orang kafir hanya karena usaha penyelamatan itu, hingga permusuhan orang-orang kafir bertambah sengit ingin menjadikan engkau yang suci hilang dari muka bumi, lalu engkau berhijrah ke Madinah engkau bangun “Maaddieniah” atau “Tempat Din” untuk mewujudkan apa yang Rabb mu inginkan dari peradaban manusia. Hingga Madinah itu menjadi “Blue Print” cetak biru tentang bagaimana hidup mulia yang diinginkan Rabb mu terbaik dari semua contoh peradaban manusia.

Namun itu semua telah jauh berlalu, kini engkau telah tiada, di detik-detik akhir dalam kepayahan engkau menghadapi Maut, masih saja keluar dari lisan mulia mu bisikan kekhawatiran umatku..umatku.. umatku… Yah engkau telah pergi, Engkau pergi hanya mewariskan seekor kuda baghal dan baju perang sebagai harta warisan yang engkau punya. Namun terimakasih yaa Rasullulah bukan hanya untuk harta warisan itu melainkan Islam yang engkau ajarkan, itulah warisan terbesar yang hingga kini kami dan jutaan manusia yang beriman kepada kehidupan akhirat menjadikan islam sebagai pedoman bagaimana cara seorang hamba memperlakukan “Zat yang Menciptakannya” dengan benar. 

Oh Rasulullah Muhammad Pribadi mulia…Walau engkau telah tiada dan kami tidak pernah melihat wajah mu yang indah namun pribadi, ahlak, dan gambaran dirimu akan tetap terpatri didada, meresap dalam Qolbu dan mengalir dalam darah. Kami ingin seperti engkau, betapa kami rindu, cinta kami pada engkau wahai Rasulullah begitu dalam.kami sering menangis tersedu membaca kisah-kisah kehidupan mu yang begitu sederhana dan sangat mengharukan menimpa kepada seseorang yang begitu tinggi derajatnya. Yaa Rasulullah Muhammad kami menjadi pengikut mu, umat yang begitu besar mencintai mu kami ingin mencontoh pribadi mu, jangan biarkan kami terancam siksa, beri kami hak syafaat mu di akhirat kelak. Semoga Allah memberikan Izin Nya. Amiiin Yaa Rabbal ‘alamiin 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar